Monitoring dan evaluasi di PT. Bumanik
Morowali Utara – Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi
Tengah telah mengambil langkah cepat dalam menanggapi laporan masyarakat
terkait kejadian banjir bandang di Desa Molino, Kecamatan Petasia Timur,
Kabupaten Morowali Utara pada Rabu dini hari (20/8) pukul 01.00 Wita.
Diduga kuat banjir bandang dipicu oleh aktivitas pertambangan serta illegal
logging di kawasan IUP PT. Bumanik. Intensitas hujan yang tinggi membuat jalan
hauling PT. Bumanik di sekitar Jembatan 6 jebol dan tidak mampu menahan luapan
air sehingga menyebabkan banjir menerjang Desa Malino.
Tim Pengawas DLH Provinsi Sulteng yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas
turun melakukan monitoring dan evaluasi penanganan dampak banjir pada hari
kamis, 11 September 2025. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Prov. Sulteng, Yopie
Patiro, menyampaikan bahwa tim DLH diterjunkan ke lokasi untuk meninjau
langsung sejumlah titik banjir yang sempat menggenangi pemukiman warga dan
infrastruktur publik.
“Banjir ini bukan hanya akibat curah hujan yang tinggi, tetapi juga menyangkut
tata kelola lingkungan”, kata Yopie saat bertemu dengan pihak HRD PT. Bumanik.
Pihak PT. Bumanik juga menyampaikan telah melakukan beberapa langkah-langkah
pemulihan seperti perbaikan rumah warga yang terdampahk, pembangunan kembali
sarana air bersih yang rusak, pemberian bantuan makanan, pakaian dan
perlengkapan sekolah serta melakukan normalisasi sungai.
Dalam pertemuan tersebut, tim DLH juga memeriksa dokumen perizinan dan
kepatuhan PT. Bumanik. PT. Bumanik diminta untuk menyampaikan laporan resmi
penanganan pascabanjir kepada pemerintah Provinsi. Pihak perusahaan pun
berjanji akan memenuhi kewajiban tersebut termasuk pemenuhan aspek lingkungan.
DLH Sulteng berkomitmen untuk memastikan setiap perusahaan di wilayahnya
beroperasi sesuai dengan kaidah lingkungan hidup yang berlaku demi keseimbangan
ekosistem dan keselamatan masyarakat.