Mapi
Palu, 17 Mei 2025 – Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tengah menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Perubahan Iklim, Mitigasi dan Adaptasi serta Peningkatan Kapasitas Masyarakat (MAPI) 2025, yang berlangsung pada 16–17 Mei 2025 di Hotel Rama Palu. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Result-Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF) Output 2 di Sulawesi Tengah, yang bertujuan untuk menurunkan emisi gas rumah kaca melalui tata kelola hutan lestari serta peningkatan ketahanan dan penghidupan masyarakat secara berkelanjutan.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Prov. Sulawesi Tengah yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tengah, Wahid Irawan, S.STP., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Melalui sambutan Kepala Dinas Lingkungan Hidup tertulis yang dibacakan oleh Sekretaris Dinas menyatakan, “Perubahan iklim bukan hanya menjadi isu global, tapi nyata berdampak di tingkat lokal, terutama di desa-desa sebagai pusat produksi pangan. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret dan berkelanjutan dari semua pihak”.
Program ini secara khusus menargetkan peningkatan kapasitas masyarakat desa/kelurahan dan pemerintah daerah dalam menyusun serta melaksanakan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Berbagai skenario pengurangan emisi GRK turut dibahas, mulai dari sektor energi berbasis biofuel, pertanian ramah lingkungan, hingga revegetasi kawasan lindung dan penguatan kelembagaan pengelolaan sumber daya.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai institusi, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Akademisi Universitas Tadulako, BAPPEDA Provinsi Sulawesi Tengah, dan Yayasan Ekonesia dengan peserta yang terdiri dari perwakilan DLH kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah, pemerintah desa, LSM/NGO, serta media lokal.
Sosialisasi MAPI 2025 menjadi langkah awal yang strategis untuk membangun Sulawesi Tengah yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan iklim global.